PUSPO FLORIST
Kamis, 19 Oktober 2017
Sejarah Merangkai Bunga
28/09/2013 11:02
Sejarah Merangkai Bunga

Ilmu pengetahuan sejarah tentang seni merangkai bunga menjadi penting jika kita ini memahami  lebih mendlam tentang gaya-gaya merangkai bunga  yang ada.

Hal ini jug adiperlukan jika seorang desainer ingin mebuat rangkaian byang menggabarkan jangka waktu tertentu atau gaya desain sesuai dengan kesan zaman yang akan ditambpikan. Contohnya gaya yang memberikan kesan abad pertengahan hingga tren syang sedang ramai dugunakan sekarang.

Sebuah studi tentang desain bunga mengungkapkan bahwa dua konsep gaya yang berbeda dari desain bunga dikembangkan, yaitu gaya barat(occidental style) dan gaya timur(oriental style). Rangkaian bunga gaya barat yang pertama berkembang di mesir dan dikembangkan lebih klanjut oleh orang eropa. Sedangkan gaya oriental atau gaya timur dimulai di Cina dan kemudian dikembangkan oleh orang Jepang.

1.PERIODE KLASIK

Sisa-sisa kebudayaan kuno banyak memberikan bukti nyata bahwa sudah sejak lama manusia menghargai dan mengagumi keindahan bunga. Bunga adalah sumber inspirasi atau dekorasi rumah atau disajikan sebagai persembahan.

  a. Mesir (2800-28 SM)
Pada periode ini bunga potong ditempatkan dalam vas wadah baskom atau mangkuk bermuulut lebar dan pangkalnya meruncing dan sempit. Seperti mangkuk dari emas, perak, tembika, dan fayans yang dipasangi pegangan untuk membawa bunga dan buah-buahan.
Pengaturan bunga dari Mesir sederhana namun juga sangat bergaya. Bunga disusun teratur di sekitar tepi vas, kemudiab diapit oleh daun atau kuncup bunga dengan lebih rendah dari batang. Tidak ada tumpang tindih.
Mesir kuno memakai karangan bunga untuk menghormati orang mati dan ditempatkan dimakam orang yang mereka cinta (Bunga Duka Cita/Karangan Bunga Duka Cita). sama seperti bunga yang dibawa  kekuburan hari ini. Hal ini dibuktikan dengan penemuan sebuah peti mati di tahun 2006 yang berumur 3.000 tahun, ditemukan mengandung sisa-sisa dari karangan bunga. Selain iti juga karangan bunga digunakan sebagai untuk persembahan di kuil dan sebagai dekorasi meja perjamuan.

  b. Yunani (600-46 SM)
Orangan-orang yunani kuno sangat mengagumi dan mengagungi kecantikan dan keindahan. Oleh karena itulah mereka juga sangan suka dengan rangkaian bunga, namun mereka tidak mengatur bunga di vas bunga atau karangan bunga. Bunga bunga digunakan untuk membuat karangan bunga dana dikenakan di sekitar leher, atau chaplets dipakai diatas kepala.
Bagi orang yunani kuno, karangan bunga adalah symbol kesetiaan dan dedikasi, diberikan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan untuk atlet, penyair, peminpin, tentara, dan pahlawan.
Peradaban Orang Yunani kuno dalam rangkaian bunga dianggap sebagai peradaban pertama yang menggunakan karangan bunga untuk pernikahan. Buket Bunga yang dikenal saat ini, karangan bung dan karangan bunga yang digunakan untuk mebuat mahkota bagi pengatin wanita dimulai dari periode Yunani ini.
Selain itu, karangan bunga juga digunakan  untuk pemakaman Atau Karangan bunga duka cita, dan menghias meja-meja perjamuan. Bunga dan daun dipajan  [ada saat festival, upacara , dan selama kegiatan keagamaan, upacara , dan selama kegiatan keagamaan, bunga dan buahdisusun di keranjang pendek yang diletakan dimeja makan. Para tamu dimahkotai dengan bunga dan dihiasi rangkaian bunga bebentuk berbentuk lingkaran dan kalung karangan bunga.  dihamburkan dari langit-langit bagaikan warna hujan warna dan farfum, hali ini dmaksudkan sebagai symbol untuk kelimpahan rahmat. Bagi orang Yunani , warna tidak penting, yang terpenting adalah bunga dan aroma sebagai sibolisme yang berhubungan dengan bunga-bungasimbolis dewa dan pahlawan.

  c.  Romawi (28 SM-325 SM)
Tradisi rangkaian bunga di Romawi kuno adalah melanjutkan tradisi orang yunani. Pda periode ini , rangkaian bunga menjadi lebih rumit. Buah dan bunga dikemas dalam karangan bunga dan tanaman berbunga lainnya digunakan sebagai dekorasi. Konsep rangkaian bunga yang ada si mosaij gereja-gereja saat ini adalah mozaik dari abad kedua dari vila Hadrian, yang menunjukan sekeranjang bunga potong.
Walaupun Romawi hanya melanjutkan kebiasaan orang Yunani dalam merangkai bunga, namung rangkaian bunga dan karangan bunga Romawi lebih berat dan rumit, misalnya mahkota yang tinggi dipakai diatas dahi.

  d. Periode Bizantium (AD 320-600)
Gaya rangkaian bunga dari periode Bizantium meruoakan lanjutan dari tradisi Yunani dan Romawi, namun ada perbedaan dari rangkaian bunga sebelumnya. Pengaturan bunga pada periode Bizantium biasanya berbentuk kerucut, yang kemudian dihiasi dengan bunga-bunga berwarna cerah dan buah, dibentukan sedemikian rupa hingga memberikan efek twisted. Bunga yang biasa digunakan adalah aster, lili, cemara, anyelir, dan pinus. Selain itu, pita juga umum digunakan.

2.PERIODE EROPA

Dalam beberapa periode penting tentang sejarah bunga sebelum telah mempegaruhi seni  mernakai bunga di Eropa. Saat Anda mempelajari sejarah, Anda akan mulai melihat gaya-gaya merangkai bunga yang telah memengaruhi gaya merangkai bunga yang populer hari ini.

  a.  Abad pertengahan(476-1400 M)
Abad diantara jatuhnya Roma hinga zaman Renaissance pada abad kelima belas disebut  abad pertengahan. Pada abad  ini Eropa dilanda kerusuhan dan kebingungan, ketertiban dan keamanan sulit diciptakan.
Pada awal abad pertengahan bunga belum begitu populer. Barulah pada bagian akhir dari Abad Pertengahan, dikenal sebagai periode gothic, bunga mulai mengambil peran yang lebih penting dalam kehidupan sehari-hari.

  b.Renaissanca (1400-1600 M0
Pada periode Renaissance seni merangkai bunga mulai berkembang. Dimulai di Italia lalu dengan cepat menyebar  keseluruh Eropa. Gaya Renaissance sangat dipengaruhi oleh periode  Bizantium, Yunani, dan Romawi. Bunga-bunga di vas sering ditampilkan dalam lukisan.
Pada saat itu sering diadakan kontes dan fertival, para seniman ditugaskan untuk merancang potongan bunga. Buah-buahan, bunga-bunga dan  daun yang dijalin dalam karangan bungadibuat untuk menghiasi dinding dan langit-langit berkubah. Bunga ditaburkan dilantai dan jalan-jalan atau disebarkan turun dari balkon ke kamar bawah. Lantai dan tepi jendela dihiasi rangkaian bunga yang tinggi dalam sebuah vas besar. Dan pada saat inilah rangkaian bunga yang longgar seta buket bunga kecil yang diikat rapat mulai dikenal.

  c.Periode Baroque (Flemish) (1600-1775 M)
Selama periode Baroque, seorang pelukis Inggris , William Hogarth memperkenalkan rangkaian bunga berbentuk S yang disebut rangkaian bunga dengan desai kurva Hogarthian. Bunga dan daun didesain simetris seperti huruf S
Selain itu juga , beberapa bentuk rangkaian bunga mulai diperkenalkan, seperti rangkaian berbentuk lingkaran, berbentuk piramida, buah, dan gula-gula. Seluruh ruangan diberikan penerangan lilin dengan tempat lilin yang tinggi dan berornamen bunga. Para wanita memakai hiasan bunga di rambut dan gaun beraksesoris bunga.

  d. Cina (207 SM-220M)
Seni mernagkai bunga di Cina ada pada 207 SM sampai 220 Masehi, di era Han. Pada saat itu bunga merupakan komponen integral dari ajaran agama dan kedokteran. Penganut Buddhisme, Taoisme, dan Konfusianisme menempatkan bunga potong pada altar mereka. Mereka membuat lukisan, ukiran, dan bordir dengan gambaran bunga. Likisan-lukisan dengan motif bunga tersebut dapat ditemukan di va, piring, gulungan, dan sutra. Ukiran bunga diaplikasikan pada kayu, perunggu, dan gading. Bunga dan daun yang digunakan untuk membuat rangkaian bunga dipilih berdasarkan makan simbolik masing-masing bunga dan daun. Misalnya bambu, pohon persik, dan pohon pir melambangkan umur panjang. Bunga lili harimau, delima dan anggrek melambangkan kesuburan. The most honored of all flowers was the peony. yang  paling terhormat diantara semua bunga adalah bunga peony. Bunga ini dianggao sebagai "Raja bunga" itu melambangkan kekayaan, keberuntungan, dan status yang tinggi.

[ -- ]